Jumat, 24 Januari 2014

Pengertian, Dan Teknik Lari Estafet

Nomor-nomor lari yang dilombakan dalam atletik digolongkan menjadi tiga yaitu:
- Lari jarak pendek (100 m, 200 m, dan 400 m) serta lari estafet.
- Lari jarak menengah (800 m, 1500 m, dan 3000 m)
- Lari jarak jauh dan marathon
Pada posting yang terdahulu telah dibahas nomor lari jarak pendek. Nomor lari jarak pendek yang telah kita kenal adalah menempuh jarak 100 meter, 200 meter, dan lari dengan jarak 400 meter. Kali ini akan dibahas jenis lari jarak pendek yang lain yaitu lari estafet. Baiklah kita simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Lari Estafet
Lari estafet atau sering disebut lari sambung adalah salah salah satu nomor lari jarak pendek yang dilaksanakan secara beregu, tiap regu terdiri dari empat pelari yaitu pelari pertama, pelari kedua, pelari ketiga dan pelari keempat. Kekhususan dari lari estafet adalah adanya pemindahan tongkat estafet dari pelari pertama kepada pelari kedua dan seterusnya. Perpindahan atau pergantian tongkat estafet dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya dilakukan sambil terus berlari dan perpindahan tersebut harus dilaksanakan di daerah khusus pergantian tongkat (wesel zone). Apabila pergantian tongkat di luar wesel zone maka pelari dan anggota timnya dinyatakan diskwalifikasi.
Nomor lari estafet yang dilombakan adalah nomor 4x100 meter, dan 4x400 meter.

Teknik Pergantian Tongkat Estafet
Teknik pergantian tongkat estafet dari pelari pertama kepada pelari kedua dan seterusnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1. Teknik pergantian tongkat cara visual adalah pergantian tongkat dengan cara penerima melihat kepada pemberi tongkat atau dengan kata lain pelari yang akan menerima tongkat menoleh kepada si pemberi tongkat sambil menjulurkan tangannya, hal ini dilakukan sambil berlari. Teknik pergantian tongkat cara visual ini biasanya digunakan untuk nomor lari jarak 4x400 meter.


2. Teknik pergantian tongkat cara non visual adalah pergantian tongkat estafet dengan cara penerima tanpa melihat kepada pemberi tongkat. Jadi sambil terus berlari sipenerima hanya menjulurkan tangan ke belakang untuk mengambil tongkat dari pelari sebelumnya. Teknik pergantian tongkat non visual biasa digunakan untuk nomor lari estafet jarak 4x100 meter.


Teknik Penempatan Pelari Estafet
Agar memperoleh hasil yang optimal maka strategi penempatan urutan pelari harus dilakukan, seorang pelatih dapat menerapkan urutan pelari berdasarkan kemampuan masin-masing pelari. Teknik penempatan pelari berdasarkan kemampuan adalah sebagai berikut:

  • Pelari pertama adalah pelari dengan kemampuan start yang baik, karena start merupakan awal kesuksesan dalam lomba lari. Starter yang baik akan melakukan start dengan cepat, benar dan tepat waktu.
  • Pelari kedua adalah pelari dengan kemampuan lari di tikungan yanga baik, karena pelari ini akan berlari pada lintasan yang menikung dan tidak semua pelari dapat berlari cepat pada lintasan yang menikung.
  • Pelari ketiga adalah pelari dengan kemampuan berlari pada lintasan lurus yang baik.
  • Pelari keempat adalah pelari dengan kemampuan berlari pada lintasan tikungan dan kemampuan melakukan finish dengan cepat dan benar.
Jika urutan didasarkan pada kecepatan lari maka pelari yang tercepat ditempatkan pada urutan pertama, hal ini agar pelari kedua mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi karena dengan melihat teman posisi di depan, dilanjutkan dengan pelari tercepat ketiga, pelari tercepat keempat dan untuk pelari tercepat kedua ditempatkan pada urutan keempat.
Faktor yang juga penting diperhatikan adalah kekompakan dan perpindahan tongkat antar pelari dilakukan dengan cepat, tepat tanpa mengurangi kecepatan berlari.

Sumber : http://materipenjasorkes.blogspot.com/2012/10/pengertian-dan-teknik-lari-estafet.html

Roll Depan dan Roll Belakang

Teknik Dasar Guling Depan (Forward Roll) dan Guling Belakang (Back Roll) - Salah satu materi senam  lantai yang sering di ajarkan pada siswa di sekolah oleh guru olahraga. Manfaat dari gerakan ini yaitu melatih siswa agar mampu melakukan gerakan guling ke depan atau ke belakang dengan baik dan benar sehingga ketika terjadi kecelakaan seperti terjatuh, siswa dapat mengurangi resiko cidera.  Berikut mengenai Teknik Dasar Roll Depan dan Roll Belakang.
Teknik Dasar Roll Depan
  1. Awali dengan sikap jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
  2. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
  3. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
  4. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
  5. Kembali kesikap semula atau berdiri
  6. Dengan latihan senam Lantai yang benar dan rutin, anda akan bisa menguasai cara berguling yang tepat dan aman.

Teknik Dasar Roll Belakang

  1. Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada. 
  2. Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
  3. Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan ke belakang kepala.
  4. Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
  5. Dorong lengan ke atas. 
  6. Jongkok dengan lengan lurus ke depan.
Sumber : http://artikelpenjas.blogspot.com/2013/04/roll-depan-dan-roll-belakang.html

Cara Membuat Tas Kertas Kado


Anda seringkali ingin memberikan bingkisan hadiah pada sahabat atau rekan kerja Anda, namun bingung bagaimana menyajikan hadiah agar terlihat unik dan istimewa? Ingin membungkusnya dengan kertas pembungkus kado yang dijual di pasaran, kok sepertinya monoton dan membosankan. Mengapa tidak mencoba untuk berkreasi dengan kertas pembungkus kado yang ada? Cukup menambahkan tali/pita, siapkan lem dan gunting, Anda dapat menyulap kertas bermotif menjadi tas kertas yang cantik dan pasti unik sebagai bingkisan dan bonus istimewa pada kado yang Anda berikan. Pastinya sangat berkesan. Yuk, kita intip cara pembuatannya;
 
Alat dan Bahan:
 
  1. Kertas motif
  2. Gunting/cutter
  3. Penggaris
  4. Tali/Pita
  5. Lem/ Double Type
  6. Strapler bolong
 
Cara Membuat:
 
langkah 1


Buatlah pola dengan ukuran 23 cmx 8cm x 3 cm. Kemudian cetak  pola di atas kertas dengan pensil. Setelah tercetak, potong kertas ikuti  alur pola dengan hati-hati, bisa menggunakan cutter/ gunting.

langkah 2


Beri celah sepanjang bagian belakang lipatan agar dapat melipat lebih mudah. Lalu lipat sisi-sisi kertas dan rekatkan dengan lem.


langkah 3

Kemudian lem dasar tas, gunakan double type agar lipatan lebih kuat.

langkah 4


Bentuk  lipatan di sisi kanan kiri (yang berukuran panjang), lipat dengan jarak sama. Kemudian tekan  dengan lembut agar kertas tidak robek dan terdorong ke dalam dengan sempurna.

langkah 5


Buatlah lubang dengan strapler lubang di bagian atas tas, kemudian pasangkan tali/pita sesuai selera. Masukkan ujung-ujung pita/tali di setiap lubang, kemudian buatlah simpul di bagian dalam tas, agar tidak terlihat dari luar dan tas terlihat lebih rapih.  Anda bisa menambahkan aplikasi berupa pita, bunga atau hasil kreasi Anda di bagian tas.


Sumber : http://carapedia.com/tas_kertas_kado_info2480.html

Lompat Jauh




imageSuatu akivitas gerakan yg dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai lompatan yg sejauh-sejauhnya. Ukuran Lapangan lompat jauh untuk jarak
awalan lari sampai balok tumpuan 45m, balok tumpuan tebal 10cm, panjang 1,72m, lebar 30cm, bak lompatan panjang 9m, lebar 2.75m, kedalaman bak lompat ± 1 meter. Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara Kecepatan (speed), Kekuatan (stenght), Kelenturan (flexibility), Daya tahan (endurance), Ketepatan (acuration).
Para peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi lompat jauh tergantung pada kecepatan daripada awalan atau ancang-ancang. oleh karenanya di samping memiliki kemampuan sprint yang baik harus didukung juga dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompat tinggi galah. Tujuan lompat jauh adalah lompat melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat.
Ada tiga cara sikap melayang di udara (gaya) dalam lompat jauh, diantaranya:
a) .Gaya jongkok (waktu melayang bersikap jongkok)
b) .Gaya lenting (waktu di udara badan dilentingkan) atau sering disebut gaya menggantung.
c) .Gaya berjalan diudara (waktu di udara kaki bergerak seolah-olah berjalan).
B. .Teknik lompat jauh
1. .Teknik Dasar Lompat Jauh
Teknik atau kelangsungan dari gerakan lompat jauh dapat dibagi sebagai berikut:
a) .Awalan atau ancang-ancang
Tujuan ancang-ancang adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Jarak ancang-ancang tergantung kematangan dan kemampuan berekselerasi atas kecepatanya, dan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan ancang-ancang diperlukan program latihan yang baik, dan juga ketepatan menumpu. Sebagai pelatihan pemberian jarak ancang-ancang yang pendek dengan dimulai dari 5 langkah, 7 langkah, 9 langkah dan seterusnya sambil memperhatikan kaki saat menumpu.

Panjang awalan untuk melaksanakan awalan lompat jauh tidak kurang dari 45 meter.
Cara melakukan awalan atau ancang-ancang lompat jauh sebagai berikut:
1) .Lari ancang-ancang tergantung pada kemampuan masing-masing.
2) .Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertumpu atau bertolak pada balok tumpu.
3) .Pinggang diturunkan sedikitpada satu langkah akhir ancang-ancang.
b) .Tumpuan atau tolakan
Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurrna. Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan lari/ ancang-ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan badan dijaga agar tidak oleng/ goyang. Berat badan sedikit di depan titik tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga menjaga keseimbangan badan.
Tumpuan atau tolakan kaki harus kuat agar tercapai tinggi lompatan yang cukup tanpa kehilangan kecepatan maju. Kaki ayun digerakkan secara aktif agar membantu menaikkan badan dan menjaga keseimbangan berat badan sedikit di depan titik tumpuan.
Cara melakukan tumpuan atau tolakan sebagai berikut:
1) .Ayunkan paha dan kaki keposisi horizontal dan dipertahankan.
2) .Luruskan sendi mata kaki,lutut, dan pinggang pada waktumelakukan tolakan.
3) .Bertolaklah ke depan dan ke atas.
4) .Sudut tolakan45 derajat.
c) .Melayang diudara
Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya dan disusul oleh kaki tumpu dan kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua, Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap tepelihara hingga mendarat..
d) .Mendarat
Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri. Untuk menghindarkan pendaratan pada pantat, kepala ditundukkan dan lengan diayunkan ke depan sewaktu kaki menyentuh pasir. Titik berat badan akan melampui titik pendaratan kaki di pasir. Kaki tidak kaku dan tegang, melainkan lemas danlentur. Maka sendi lutut harus siap menekuk pada saat yang tepat. Gerakan ini memerlukan waktu (timing) yang tepat.
2. .Peraturan Lompat Jauh
a) .Lintasan awalan lompat jauh lebar minimal 1,22 meter dan panjang 30 - 50 meter.


b) .Panjang papan tolakan 1,22 meter, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm.
c) .Pada sisi dekat dengan tempat mendaratharus diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat salah tolak sekurang-kurangya 1 meter dari tepidepan bak pasir pendaratan.
d) .Lebar tempat pendaratan minimal 2,75 meter jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 meter.
e) .Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar denagn sisi atas papan tolakan
Sumber : http://ws-or.blogspot.com/2011/04/suatu-akivitas-gerakan-yg-dilakukan-di.html

Sabtu, 11 Januari 2014

INTERPRETASI PETA TENTANG BENTUK DAN POLA MUKA BUMI

 
Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi tidak rata. Ada yang berupa dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan. Apakah di daerahmu terdapat bentuk muka bumi berupa gunung, sungai, atau laut. Bentuk muka bumi antara daerah satu dan yang lain berbeda-beda. Dengan menggunakan peta kita dapat mengetahui bentuk permukaan bumi di tiap daerah.Apakah kamu mempunyai peta? Apakah kamu tahu arti peta? Peta adalah gambaran permukaan bumi dalam bidang datar. Peta merupakan alat peraga. Peta dapat berupa gambaran tentang tinggi rendahnya suatu daerah (topografi), penyebaran penduduk, curah hujan, penyebaran batuan (geologi), penyebaran jenis tanah dan semua hal lain yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang. Dengan peta kita dapat membaca dan memahami keadaan fisik dan geografis suatu tempat. Peta merupakan media untuk mengetahui keadaan permukaan bumi. Pada peta terdapat bagian (unsur-unsur) yang harus ada, yang sangat bermanfaat bagi pembaca peta. Tahukah kamu apa saja yang harus ada di dalam peta? Agar peta dapat dibaca oleh siapa saja, peta dibuat berdasarkan aturan yang disepakati secara internasional. Untuk memahaminya, simaklah dengan saksama uraian berikut ini!

Menginterpretasi Peta Umum

Bentuk muka bumi atau relief daratan dapat diamati secara langsung di lapangan, namun dapat juga dengan melihat peta. Dari sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu tempat/wilayah. Dari sebuah peta kita dapat melihat gunung, pegunungan, pantai, dataran rendah, sungai, danau, laut, selat dan lain-lainnya. Itulah yang disebut interpretasi peta. Jadi interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. Contoh simbol-simbol yang ada pada peta adalah:
Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum. Sebelum menginterpretasi peta umum, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Siapkan peta umum yang akan diinterpretasi, misalnya peta pulau Sumatera.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah pulau tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.
Setelah melakukan langkah-langkah tersebut maka akan diperoleh informasi dari peta tersebut, yaitu sebagai berikut.
a) Sungai
Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Sungai-sungai besar yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain Sungai Simpang Kanan, Asahan, Batanghari, Musi, Kampar, dan lain-lain.
b) Pegunungan dan Dataran Tinggi
Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain pegunungan Bukit Barisan.
c) Dataran Rendah dan Rawa
Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Dataran rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera.
d) Danau
Danau ditunjukkan dengan warna biru. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba, Maninjau, Ranau, Kerinci, dan Singkarak.
e) Gunung
Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif). Gunung-gunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain gunung Leuser, Kerinci, Bandahara, Sibayak, dan Sinabung.
f ) Kepulauan
Kepulauan yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain berikut ini.
- Kepulauan Batu, Nias, dan Pini di Sumatera Utara.
- Kepulauan Banyak dan Simeulue di Nanggroe Aceh Darrussalam.
- Kepulauan Mentawai dan Pagai di Sumatera Barat.
- Kepulauan Natuna, Nambas, dan Lingga di Provinsi Kepulauan Riau.
g) Laut dan Selat
Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi (tingkatan) warna menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. Semakin pekat (tua) warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda. Selat dan laut yang ada di Pulau Sumatera antara lain sebagai berikut
- Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
- Selat Malaka antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
- Selat Berhala antara Pulau Sumatera dan Pulau Singkep
- Selat Bangka antara Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.
- Laut Natuna di sebelah selatan Kepulauan Natuna.

Menginterpretasikan Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena simbolsimbol yang digunakan berbeda. Sebelum menginterpretasikan peta topografi, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Siapkan peta topografi yang akan diinterpretasikan, misalnya peta Pulau Jawa.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.

Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lereng
 
 
b. Cekungan (Depresi)
Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

c. Bukit
Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

d. Pegunungan
Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!




C Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi

Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat penampang melintangnya.

Sumber : http://geografi-geografi.blogspot.com/2011/09/interpretasi-peta-tentang-bentuk-dan.html


Pengertian MAJAS dan Macam-macamnya

MAJAS disebut juga bahasa kias atau gaya bahasa. Yaitu penyimpangan dari pemakaian bahasa yang biasa, yang makna katanya atau rangkaian katanya digunakan untuk menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu

Jenis-jenis MAJAS :

1. MAJAS PERTENTANGAN
Adalah majas yang mengandung unsur pertentangan antara sesuatu yang akan dinyatakan dengan situasi yang sesungguhnya.

Macamnya :
a. Hiperbola :
Yaitu majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan atau membesar-besarkan suatu peristiwa.
Contoh :
- Tubuh wanita itu kurus kering sepeninggal suaminya
- Ia terkejut setengah mati mendengar gunung berapi di desanya meletus
- Darah korban itu membanjiri tanah
- Badai di desa meratakan rumah warga

b. Litotes
Majas yang digunakan untuk memperhalus atau untuk merendahkan diri untuk menghindari kesan sombong.
Atau juga mengecilkan suatu peristiwa dari kenyataan yang sebenarnya.
Contoh :
- Silakan datang ke gubug kami
- Hanya makanan seadanya saja yang dapat kami sajikan

c. Ironi
Adalah majas yang menggunakan kata yang bertentangan dengan peristiwa sesungguhnya dengan maksud menyindir secara halus
contoh :
- Pagi benar
engkau bangun Nak. Baru pukul 11 kok.
- Rajin sekali kau Nak. Di rumah cuma makan dan tidur

d. Oksimoron

adalah majas yang menyatakan sesuatu melalui dua pernyataan yang bertentangan
Contoh :
- Yang tetap dalam hidup ini adalah perubahan
- Olahraga balap sangat menarik meskipun membahayakan

e. Paradoks

Gaya bahasa yang menggunakan hal-hal yang bertentangan dengan pendapat umum. Tapi bisa saja
benar atau mengandung kebenaran
Contoh :
- Banyak anak banyak rejeki
- Hatinya terasa sepi, tinggal di kota yang ramai ini

f. Antitesis
Gaya bahasa yang menggunakan paduan kata-kata berantonim. Antitesis bersifat mempertentangkan
bukan memperbandingkan
Contoh :
-Tua maupun muda para warga wajib ikut kerjabakti

g. Kontradiksi
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang menentang pernyataan
Contoh : Tak seorangun datang kecuali kau
Aku tak mempunyai harta apapun selain rumah ini

2. MAJAS PERBANDINGAN
Merupakan majas yang membandingkan antara sesuatu yang akan dinyatakan dengan sesuatu yang lain
a. Personifikasi
Majas yang membandingkan benda-benda mati dengan manusia. Benda mati dibuat seolah memiliki sifat seperti manusia
Contoh.
- Bintang-bintang menari-nari di langit malam
- Padi melambai-lambai ditiup angin

b. Metafora
majas yang menyatakan sesuatu sebagai hal yang sebanding dengan hal lain yang sesungguhnya tidak sama.
Metafora diungkapkan secara singkat dan padat tanpa menggunakan kata pembanding
Contoh :
Rumahnya habis dilalap si jago merah

c . Perumpamaan
adalah majas yang memperbandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda tetapi dianggap sama. Menggunakan kata pembanding : seperti, bagaikan, laksana
Contoh :
Kakak adik itu tak pernah rukun bagai anjing dan kuing
- Setelah ayahnya meninggal ia seperti anak ayam kehilangan induknya.

c. Alegori
majas yang bertautan satu dengan lainnya dalam kesatuan utuh. Alegori merupakan bentuk metafora yang
diperpanjang
Contoh :
Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelombang

3. MAJAS PERTAUTAN
Merupakan majas yang menautkan atau menghubungkan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain.
a. Metonimia :
memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang atau hal lain sebagai
penggantinya.
- Kemarin dia membeli Kartini di toko buku itu
(Kartini mrupakan nama majalah)
- Ia naik Garuda ke Jakarta
(Garuda merupakan nama pesawat)

b. Sinekdok
Majas yang menggunakan pengertian yang satu untuk pengertian yang lain. Sinekdok dibedakan menjadi
- pars pro toto : penyebutan sebagian untuk menyatakan keseluruhan
- totem pro parte : penyebutan seluruhnya untuk menyatakan sebagian
Contoh :
- Puluhan ekor ayam mati karena flu burung - pars pro toto
- Indonesia berhasil merebut juara 1 Olimpiade Fisika - totem pro parte
- Dengan pekik Allahu Akbar, Belanda dibuat kocar-kacir

c. Eufimisme :
Eufimisme agar suatu pernyatan menjadi halus. Merupakan pemakaian ungkapan yang untuk menghindari pemakaian bentuk larangan atau bentuk yang ditabukan dalam berbahasa
Contoh :
- Ali adalah anak orang yang tidak mampu
- Gadis itu masuk lembaga pemasyarakatan karena kasus narkoba

d. Alusio
majas yang merujuk pada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama
Contoh :
- Sekarang banyak Edi Tansil bermunculan
- Kekejaman G 30S PKI jangan sampai terulang

e. Elipsis
majas yang menghilangkan salah satu unsur penti g dalam kalimar lengkap

Contoh :
- Sedang belajar (Penghilangan unsur subyek : Dia, saya, mereka )
- Doni dan Tata ke Singapura (penghilangan unsur predikat : pergi )

f. Inversi
majas yang didalamnya terdapat pengubahan susunan kalimat
Contoh :
Malam ini sepi ---- sepi malam ini

Rumahnya jauh --- jauh rumahnya

4. MAJAS PERULANGAN

a. Aliterasi
majas yang permulaanya mempunyai bunyi yang sama
Contoh :
- lelaki tu a , putr a Madur a
- dara damba daku, datang dari danau

b. Repetisi
majas yang mengulang kata-kata sebagai penegasan yang dalam kalimat yang sama
Contoh :
Terima kasih pujaanku, terima kasih pahlawanku, terima kasih bunga bangsaku

c. Paralelisme :
Merupakan majas yang mengulang kata-kata yang ditulis dalam baris berbeda
Contoh :
- Tiang tanpa akhir tanpa apa fdi atasnya
- Tiang tanpa topang apa diatasku
- tiang tanpa akhir tanpa dukaku
-Tiang tanpa siang tanpa malam tanpa waktu

d. Kiasmus
majas yang berisi pengulangan dan merupakan inversi
Contoh :
- Banyak orang pintar yang mengaku dirinya bodoh dan orang bodoh yang mengaku dirinya pintar

e. Antanaklasis

majas yang mengandung ulangan kata yang sama tapi makna berbeda
Contoh : kaki kanan laki-laki itu terluka karena dihajar oleh kaki tangan musuhnya.


Sumber : http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2272708-pengertian-majas-dan-macam-macamnya/